HOT NEWS

Langganan via Email

Arsip Berita

Statistik

Sonic Run: Internet Search Engine Submit Your Site To The Web's Top 50 Search Engines for Free!
eXTReMe Tracker

Inilah 29 Pemain ISL yang Dipanggil PSSI Untuk Timnas Senior & Timnas U-23

Written By Pendukung Timnas Indonesia on 13 Apr 2012 | 19:43


Untuk persiapan SEA Games 2013, PSSI memanggil 37 nama dengan 17 di antaranya merupakan pemain yang klubnya berkompetisi di ISL. Sedangkan untuk timnas senior, dari 45 pemain yang dipanggil, sebanyak 12 pemain masih terdaftar dalam skuad klub-klub ISL.
Untuk timnas U-23, PSSI telah menunjuk Aji Santoso sebagai pelatih. Widodo Cahyo Putro didaulat menjadi asistennya. Sedangkan untuk timnas senior, PSSI menempatkan Nil Maizar sebagai pelatih dengan Fabio Aliviera sebagai asisten.

Timnas U-23 disiapkan menjalani pertandingan melawan Inter Milan pada 24 Mei. Klub asal Serie A Italia itu akan menjalani dua pertandingan eksebisi. Dua hari kemudian Diego Milito dkk melawan timnas senior. Sebelum melawan Inter, timnas senior akan terjun dalam turnamen di Palestina.
Berikut daftar nama-nama pemain yang dipanggil PSSI: 

Sea Games Myanmar 2013
IPL (20 pemain)
1. Dio Pernama (Persema Malang)
2. Mustaib Billah (Persekat Katingan Palangkaraya)
3. Ilhamur Irhaz (Persekat Katingan Palangkaraya)
4. Aji Saka (Arema Malang)
5. M. Ridwan (Bontang FC)
6. Aditya Putra Dewa (PSM Makassar)
7. Rasul Zainuddin (PSM Makassar)
8. Muhammad Azwar (PSM Makassar)
9. Rasyid (PSM Makassar)
10. Kurniawan (PSM Makassar)
11. Andik Vermansyah (Persebaya)
12. Dany Saputra (Persidikap Kab. Kediri)
13. Muhammad Chairul Rifan (Arema Malang)
14. Latif (Perijap Jepara)
15. Sigit Meiko Susanto (Persibo Bojonegoro)
16. Muhammad Hargianto (Rajawali Muda Jakarta)
17. Candra (PS Kerinci)
18. Mukaram Ghozali (Pro Duta)
19. Rahmat Hidayat (Pro Duta)
20. Diego Michiels (Persija Jakarta)

ISL (17 pemain)
21. Kurnia Mega (Arema Malang)
22. Hendro Siswanto (Arema Malang)
23. Sunarto ( Arema Malang)
24. Muhammd Alfarizi (Arema Malang)
25. Andritani (Persija Jakarta)
26. Ramdani Lestahulu (Persija Jakarta)
27. Rudy Setiawan (Persija Jakarta)
28. Delton (Persija Jakarta)
29. Tomas (Persebaya)
30. Fernando Ferry Pahabol (Persidafon Dafonsoro)
31. Okto Maniani (Persiram Raja Ampat)
32. David Laly (Persipura Jayapura)
33. Septia Hadi (Sriwijaya FC)
34. Egi Melgiansyah (Pelita Jaya FC)
35. Joko Sasongko (Pelita Jaya FC)
36. Rosi (Sumbawa Barat)
37. Sadam (Sumbawa Barat).

Timnas Senior untuk Turnamen di Palestina
Pemain di luar Indonesia (9 pemain)
1. Syafarrizal Mursalim Agri ( Al Khor, Qatar)
2. Syamsil Alam (Visse, Belgia)
3. Moh. Zainal Haq (Visse, Belgia)
4. Toni Cussel (Belanda)
5. Stefano Lilipaly (Utrecht, Belanda)
6. Yandi Sofyan (Visse, Belgia)
7. Yericho Cristiantoko (Visse, Belgia)
8. Alfin Tuasalamony (Visse, Belgia)
9. Arthur Irawan (Espanyol B)

ISL (12 pemain)
10. Ferry Rotinsulu (Sriwijaya FC)
11. Zulkifli Syukur (Persib Bandung)
12. Richardo Salampessy (Persipura Jayapura)
13. Nasuha (Persib Bandung)
14. M. Ilham (Persib Bandung)
15. Firmna Utina (Sriwijaya FC)
16. Ahmad Bustomi (Mitra Kukar)
17. M. Ridwan (Sriwijaya FC)
18. Patrich Wanggai (Persidafon Dafonsoro)
19. Bambang Pamungkas (Persija Jakarta)
20. Boas Salossa (Persipura Jayapura)
21. Titus Bonai (Persipura Jayapura)

IPL (24 pemain)
22. Danan Withamoko (Persijap Jepara)
23. Jandia Eka Putra (Semen Padang)
24. Hendra Prasetya (Persebaya)
25. Hengki Ardiles (Semen Padang)
26. Abdul Rahman (Semen Padang)
27. Gunawan Dwi Cahyo (Arema IPL)
28. Kim Jeffry Kurniawan (Persema Malang)
29. Hendra Adi Bayauw (Persija IPL)
30. Syamsul Chaerudin (PSM Makassar)
31. Vendry Mofu (Semen Padang)
32. M. Nur Iskandar (Persibo Bojonegoro)
33. Ferdinan Alferd Sinaga (Semen Padang)
34. Hamdi Ramdhan (Persija IPL)
35. Wahyu Wijiastanto (Persiba Bantul)
36. Samsul Arif Munip (Persibo Bojonegoro)
37. Taufiq (Persebaya)
38. Legimin Raharjo (Arema Malang)
39. Musawir (Persiraja Banda Aceh)
40. Yosua Pahabol (Semen Padang)
41. Jecky Pasarella (PSMS Medan)
42. Rendi Irawan (Persebaya)
43. Jajang Paliama (Persibo Bojonegoro)
44. Satrio Syam (PSM Makassar)
45. Irfan Bachdim (Persema Malang)

»
Follow Twitter kami @TimnaSSuporter & Facebook Pendukung Timnas Indonesia

19:43 | 0 Komentar | Read More

Claudius Dipo Alam Siap Kembali Untuk Timnas Indonesia

Written By Pendukung Timnas Indonesia on 11 Apr 2012 | 16:29

Indonesia sebenarnya banyak memiliki pemain yang potensial, dan sayang kalau tidak dibina serta dipantau terusperkembangannya. Kali ini MediaSepakbola.com berkesempatan mewawancarai  Claudius Dipo Alam.

Pemain kelahiran, Jakarta, 15 February 1989, dengan  tinggi / berat badan 180 cm / 77 kg, dengan posisi gelandang serang serta penyerang ini, merupakan pemain asli Indonesia, dalam artian non naturalisasi.
Dipo Alam yang memiliki postur sangat ideal sebagai penyerang ini, melanjutkan karirnya di negeri Paman Sam, USA, ini setelah lulus dari SMA. “Saya memutuskan untuk pergi ke luar negeri untuk merasakan level yang lebih tinggi, sempat 3 minggu di Belanda dan berlatih dengan klub Heemstede, kemudian saya memutuskan untuk ke Amerika dengan status international student juga untuk meneruskan pendidikan dan karir sepakbola”, ujarnya kepada mediasepakbola.com

Pemain yang sempat diminati oleh Persija dan Persebaya ini, mengatakan “ Saya mendapatkan kesempatan try out dengan Chivas U-17 dan bergabung dengan tim academy saat itu dan setelah bertambah umur menjadi 18 tahun, saya bermain untuk U-19,dan diminta untuk menaikkan berat badan untuk menambah kondisi fisik”.

Sebagai info, sepakbola di Amerika kini memiliki level yang lebih baik, namun tidak seperti di Indonesia karena merupakan olahraga nomor 1. Sulit untuk mendapatkan uang seperti gaji ataupun transport sekalipun sudah bermain di academy pemain muda atau Divisi Utama(PDL).

Pemain yang bertubuh atletis ini sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti try out bulan depan di Las Vegas, dimana 23 pemain terpilih akan diberangkatkan ke Inggris untuk berlatih tanding dengan klub2-klub profesional disana selama 2 minggu. 

Saat ditanya mengapa, Amerika sebagai negara tujuan dalam mengasah karir sepakbolanya, Dipo menjawab bahwa 
dirinya datang ke amerika saat itu karena saya melihat potensi sepakbola akan berkembang di  Paman Sam ini, karena dengan isu kedatangan David Beckham, gairah sepakbola disana meningkat lumayan tajam, sehingga dia memutuskan mencoba berkembang sebagai pribadi dan pemain sepakbola di Amerika.

“ Saya tumbuh bermain sebagai penyerang atau sayap kiri ketika bermain di indonesia, disini saya juga bermain sebagai penyerang, pemain tengah, ataupun libero”, tambahnya kepada mediasepakbola.com

Sebagai pemain profesional, Dipo mengatakan “Dalam hidup saya selalu memliki motivasi untuk menjadi yang terbaik dalam segala hal yang saya lakukan, bukan hanya untuk sepakbola saja;  dimana pun saya ditempatkan dan dalam segala hal yang saya lakukan baik perkerjaan dan sekolah; saya memliki motivasi untuk menjadi yang terbaik dari diri saya. Sepakbola khususnya merupakan "A special gift" dimana saya memiliki hasrat untuk menjadi lebih dan lebih baik”.

Pandangannya terhadap perkembangan kisruh sepakbola nasional saat ini, Dipo mengatakan bahwa sepakbola di Indonesia memiliki animo dan dukungan yang luar biasa dari masyarakat,  karena merupakan olahraga nomor satu,  sedangkan di Amerika masyarakat lebih menyukai American football atau basketball.  Namun, perbedaan besar yang menjadikan Amerika bisa bersaing dengan dunia adalah pemerintah yang ikut serta untuk mendukung segala sarana dan fasilitas untuk berkembang sebagai pemain baik, sedangkan di Indonesia kondisi lapangan dan keegoisan untuk menguasai sistem sepakbola sebagai sarana membuatn"uang" korupsi dan sebagainya selalu membuat kita mundur”.

“Yang pasti salah satu hasrat terbesar saya saat ini adalah kembali dan bermain di Indonesia, tentunya bergabung dengan timnas yang lepas dari pro IPL maupun ISL”, ujar Dipo Alam menutup sesi wawancara ini.

Karir sepakbola Claudius Dipo Alam :

mewakili Jakarta u-15 di Piala Bogasari
mewakili Jakarta u-18 di Piala Suratin
Juara Piala specs u-15 dengan AS-IOP
Indonesia Football Academy 2005( nasional)
Juara freestyle Djarum super 2005 and 2006 (di Pekan Raya Jakarta show).
Juara 1 on 1 Adu gocek nasional Djarum Super Street Soccer 2006
Prestasi di amerika:
Chivas u-17 Academy
Chivas u-19 trial
Sueno MLS (try out)
LA Galaxy try out 2008
Legends FC( PDL)
MVP and top scorer North American Chinese Grand tournament 2011
Top scorer super league major division 2010( 21 goals)
Runner up super league major division 2010( amateur league). 
(mediasepakbola.com)

»
Follow Twitter kami @TimnaSSuporter & Facebook Pendukung Timnas Indonesia

16:29 | 0 Komentar | Read More

APPI: Pemain ISL Butuh Penjelasan Izin Bela Timnas

Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) mengaku akan segera menemui Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) untuk membicarakan langkah-langkah selanjutnya pascapemberian kesempatan bagi pemain ISL untuk membela tim nasional. Anggota Exco APPI, Firman Utina mengatakan pihaknya akan terlebih dahulu mempelajari keputusan tersebut.

"Kita akan pelajari dulu keputusan itu. Setelah itu kita akan minta penjelasan dari PSSI, agar teman-teman tidak bingung dengan keputusan ini. Nanti akan ada pernyataan resmi dari kami secepatnya," ujar Firman kepada Kompas.com di Jakarta, Selasa (11/4/2012).
PSSI, pada Selasa (10/4/2012) akhirnya kembali memutuskan bahwa pemain ISL boleh memperkuat timnas. Penanggungjawab timnas, Bernhard Limbong mengatakan, langkah tersebut merupakan salah satu bentuk nyata dari proses rekonsiliasi yang sedang dijalankan PSSI.

Firman menuturkan sebagai pemain, setiap pesepak bola tanah air pasti mempunyai keinginan yang sama untuk dapat membela timnasnya. Karena itu, secara khusus pemain Sriwijaya FC ini menyambut baik keputusan PSSI tersebut.

"Aku rasa bukan hanya aku saja yang siap, tetapi semua pemain juga siap untuk membela timnasnya. Tetapi karena mereka terbentur kontrak dengan klub, maka harus ada sosialisasi juga dari PSSI kepada klub-klub tempat mereka bermain," kata Firman.

Larangan kepada pemain ISL ini sebelumnya sempat dicabut pada November tahun lalu. Keputusan itu berjalan saat Indonesia Selection melawan LA Galaxy. Ketika itu sebagian pemain besar timnas berasal dari kompetisi ISL, antara lain Boaz Solossa, Victor Igbonefo, Greg Nwokolo, Titus Bonai, Patrich Wanggai, Oktovianus Maniani, Egi Melgiansyah, dan Diego Michiels.

Akan tetapi, pada bulan Desember, Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin kembali mengubah pikirannya untuk melarang pemain yang berlaga di kompetisi ISL tidak bisa membela tim nasional. Menurutnya, larangan tersebut merupakan aturan dari pasal 79 statuta FIFA, yang menyebutkan organisasi sepak bola dapat dikenakan denda jika memainkan pemain yang berlaga di kompetisi tidak resmi ke dalam timnas. (kompas)

»
Follow Twitter kami @TimnaSSuporter & Facebook Pendukung Timnas Indonesia

16:25 | 0 Komentar | Read More

PSSI Panggil Pemain ISL Untuk Masuk Timnas

PSSI akan memanggil pemain Indonesia Super League (ISL), yang sebelumnya dianggap ilegal, untuk memperkuat timnas dalam menjalani pertandingan internasional yang telah dijadwalkan.

Penanggungjawab timnas Bernhard Limbong di Jakarta, Selasa mengatakan, pemanggilan terhadap pemain ISL merupakan tindak lanjut dari keputusan Kongres Tahunan PSSI di Palangkaraya, 18 Maret lalu serta sebagai langkah rekonsiliasi yang telah dibangun.
"Untuk memperkuat timnas harus putra-putra terbaik," katanya di Kantor PSSI Senayan Jakarta.

Menurut dia, guna menyiapkan tim, pihaknya melalui jajaran pelatih yang ada akan secepatnya melakukan pemanggilan kepada pemain yang dinilai memiliki kemampuan. Hal ini dilakukan agar persiapan timnas jauh lebih baik.

Meski akan secepatnya memanggil pemain ISL, Limbong belum memastikan waktunya. Menurut dia, saat ini masih dilakukan pembahasan yang melibatkan semua jajaran pelatih timnas dari semua kategori diantaranya U-17, U-21 dan U-23.

"Sejak dulu sudah saya katakan. Semuanya berhak memperkuat timnas. Apalagi saat ini ISL telah diakui oleh PSSI," kata Jenderal Bintang Satu itu.

Timnas Indonesia sesuai dengan jadwal yang ada akan menjalani pertandingan persahabatan dengan Timnas Palestina yang rencananya digelar antara 14-23 Mei mendatang. Pertandingan ini telah menjadi agenda resmi FIFA.

Selain itu Timnas U-23 plus juga dijadwalkan akan menghadapi tim asal Italia, Inter Milan. Sesuai dengan jadwal yang ada pertandingan akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, 24 dan 26 Mei mendatang.

Saat ditanya kenapa tidak mengandalkan pemain Indonesia Premier League (IPL) seperti yang diandalkan saat menjalani pertandingan Pra Piala Dunia 2014 melawan Bahrain yang akhirnya dibantai 0-10, Koordinator Timnas Bob Hippy tidak menjelaskan dengan detail.

Yang ditekankan pria yang juga menjadi anggota Komite Eksekutif PSSI adalah membangun timnas yang lebih kuat dari semua jenjang yang ada serta pembinaan pemain usia muda.

Timnas dibawah kendali PSSI Djohar Arifin Husin terus mengalami hasil kurang maksimal. Salah satu alasannya adalah belum memaksimalkan pemain terbaik yang ada di Indonesia dan hanya mengandalkan pemain IPL yang kurang berpengalaman dipertandingan internasional.

Dari empat pertandingan yang pernah dijalani, tiga kali mengalami kekalahan dan satu kali seri. Tiga kekelahan diraih saat menghadapi Bahrain 0-10, Persebaya Surabaya 0-1 dan Persijap 0-3. Sedangkan hasil seri saat menghadapi Persepar Palangkaraya, 2-2. (antaranews)

»
Follow Twitter kami @TimnaSSuporter & Facebook Pendukung Timnas Indonesia

16:14 | 0 Komentar | Read More

Aljazair Siap Berujicoba dengan Timnas Indonesia

Federasi Sepak Bola Aljazair (FAF) siap mengirim tim nasionalnya ke Indonesia untuk bermain dengan PSSI dalam sebuah pertandingan persahabatan. Sebaliknya, PSSI juga bisa bermain di Aljazair.

FAF siap pula mengirim pelatih dan menampung pemain timnas yunior PSSI di Aljazair. Selama ini, sekolah sepak bola Aljazair yang berada di bawah FAF selalu memberikan beasiswa kepada bibit-bibit unggul dari Afrika sebelum mereka merumput ke Eropa.

Demikian disampaikan Presiden FAF Mohammaed Rourou ketika menerima kunjungan Duta Besar RI untuk Aljazair Ahmad Niam Salim, Senin (9/4/2012), di kantornya.
"Kami menyambut baik dan siap melakukan pertandingan persahabatan dengan timnas Indonesia. Ini suatu kehormatan. Tetapi, untuk semua timnas utama, kami tidak bisa menjanjikan karena jadwal mereka sudah padat," kata Rourou.

Dalam keterangan pers KBRI Aljazair yang diterima wartawan Kompas di Kairo, Musthafa Abd Rahman, Selasa, Presiden FAF itu juga mengungkapkan, semua pemain timnas utama Aljazair merumput di liga-liga Eropa, mulai dari Real Madrid sampai tim-tim di Perancis. Karena itu, mereka sudah banyak terikat kontrak dengan klub dan terbentur dengan liburan musim panas serta persiapan pertandingan Pra-Piala Dunia.

"Untuk timnas utama, hampir 100 persen pemain kami main di Eropa. Karena itu, agak susah kalau mengirimkan pemain senior ke Indonesia dalam waktu dekat. Bisanya mungkin tahun 2013 atau 2014. Tapi, kalau lapis kedua, dengan membawa satu atau dua tim utama, kami siap kapan pun," kata Rourou sambil menunjukkan jadwal pertandingan timnas Aljazair.

Rourou pun menyatakan siap jika untuk mewujudkan pertandingan persahabatan kedua timnas dari negara bersahabat ini PSSI melakukan kunjungan ke Aljazair. "Kapan pun kunjungan dilakukan, kami siap selama tidak berbenturan dengan agenda kami untuk Pra-Piala Dunia," ujarnya.

Menanggapi hal itu, Ahmad Niam Salim menyambut baik kesiapan FAF menggelar pertandingan persahabatan. Niam langsung melakukan kontak dengan Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin. "Alhamdulillah, upaya yang kami jalin dalam hal diplomasi bola juga mendapat sambutan luar biasa di sini. Saya langsung kontak Pak Djohar. Beliau juga merespons positif dan akan melakukan rapat menentukan tindak lanjutnya," kata Niam. (kompas)

»
Follow Twitter kami @TimnaSSuporter & Facebook Pendukung Timnas Indonesia

16:10 | 0 Komentar | Read More

Tanggapan La Nyalla Mattalitti, PSSI Panggil Pemain ISL Masuk Timnas


Keputusan PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin yang tiba-tiba akan memanggil pemain Indonesia Super League (ISL) membela Tim Nasional Indonesia dinilai janggal PSSI versi KLB pimpinan La Nyalla Mattalitti. Namun, La Nyalla menegaskan pihaknya tidak akan mengintervensi pemain-pemain ISL.

"Kami tidak akan melarang mereka. Tapi ingat, pemain adalah tanggung jawab klub, karena klub yang membayar pemain. Kami selaku PSSI tidak akan melarang atau intervensi," ujar La Nyalla usai pertemuan dengan Menpora, Rabu 11 April 2012.
La Nyalla menganggap keputusan PSSI yang tiba-tiba akan memanggil pemain ISL untuk membela Timnas cukup janggal. Pasalnya, sebelumnya PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin melarang para pemain ISL memperkuat Timnas, dengan alasan ada instruksi FIFA yang melarang pemain breakaway league memperkuat Timnas.
Terlebih keputusan PSSI tersebut keluar setelah ada keputusan AFC untuk mengirim Task Force, yakni tim yang dibentuk AFC untuk membantu mencarikan solusi permasalahan sepakbola di Indonesia.

"Kenapa ketika Task Force turun, mereka (PSSI versi Djohar) berbondong-bondong merayu klub-klub ISL dan sekarang pemain. Ini maksudnya apa? Mau memecah belah?" kata La Nyalla, berang.

Keputusan PSSI ini masih bakal membingungkan pemain. Pasalnya, dualisme klub juga terjadi di Indonesia saat ini. Sebagai contoh ada dua tim Persija, Persija Ferry Paulus yang bermain di ISL dan Persija yang bermain di IPL.
Di skuad Persija ISL terdapat sejumlah pemain Timnas, termasuk Bambang Pamungkas, Ramdani Lestaluhu, Hasim Kipuw dan kiper Andritany.

»
Follow Twitter kami @TimnaSSuporter & Facebook Pendukung Timnas Indonesia

16:03 | 0 Komentar | Read More

Bob Hippy: Nil Maizar Tangani Timnas Senior

PSSI versi Djohar Arifin Husein akhirnya menunjuk pelatih Semen Padang, Nil Maizar, untuk menangani tim nasional senior di Piala AFF 2012 mendatang.

Koordinator timnas, Bob Hippy, menyatakan keputusan tersebut diambil oleh PSSI usai rapat dengan pelatih-pelatih nasional di kantor PSSI kemarin (10/04).
“Kami tadi sepakat menunjuk Nil melatih tim senior. Namanya akan kami bawa ke rapat Komite Eksekutif dan akan ‘ketok palu’ di sana,” ujarnya seperti yang dilansir oleh Tempo.

Nil Maizar akan mendapatkan tantangan pertamanya di sebuah turnamen internasional yang digelar di Palestina pada tanggal 16 sampai 26 Mei mendatang. Hal tersebut dibenarkan oleh Nil Maizar sendiri meskipun, ia mengakui keputusan resminya masih belum keluar.

"Namun, ketetapannya masih menunggu keputusan Komite Eksekutif (Exco) PSSI dan izin dari Semen Padang," ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa manajemen Timnas akan memanggil sekitar 30 pemain untuk menjalani pemusatan latihan di Bantul tanggal 16 April hingga 9 Mei mendatang untuk persiapan menghadapi turnamen di Palestina tersebut. "Manajemen Timnas akan mengumumkan pemain ini," ujarnya.

»
Follow Twitter kami @TimnaSSuporter & Facebook Pendukung Timnas Indonesia

15:57 | 0 Komentar | Read More

Tanggapan APPI Terhadap Putusan PSSI Panggil Pemain ISL

Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) menyambut baik langkah Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang akhirnya memperbolehkan pemain yang berkompetisi di Indonesian Super League (ISL) bergabung ke tim nasional. Anggota Exco APPI, Firman Utina, mewakili pemain ISL, menyatakan setiap pemain ISL menyambut gembira pula keputusan itu dan pasti siap jika diberi kesempatan untuk membela timnas.

"Kami menanggapi keputusan itu sangat positif. Jadi kalau ditanya kepada pemain pasti siap, dan aku rasa bukan hanya aku saja, semua pemain pun pasti beranggapan sama, " ujar Firman Utina di Jakarta, Rabu (11/4/2012).
Meski demikian, Firman menuturkan, salah satu kendala yang dihadapi pemain mengenai keputusan tersebut adalah masih terikat kontrak dengan klubnya masing-masing. Maka dari itu, izin untuk membela timnas akan kembali kepada keputusan klub masing-masing pemain.

"PSSI juga harus mensosialisasikan hal ini kepada klub-klub dan melakukan pembicaraan dengan mereka. Jadi, pada dasarnya semua pemain pasti siap, tetapi mereka itu punya kontrak dengan klubnya masing-masing. Ini yang harus dicari jalan keluarnya bagaimana," tegas Firman.

Larangan kepada pemain ISL ini sebelumnya sempat dicabut pada November tahun lalu. Keputusan itu berjalan saat Indonesia Selection melawan LA Galaxy. Ketika itu sebagian pemain besar timnas berasal dari kompetisi ISL, antara lain Boaz Solossa, Victor Igbonefo, Greg Nwokolo, Titus Bonai, Patrich Wanggai, Oktovianus Maniani, Egi Melgiansyah, dan Diego Michiels.

Akan tetapi, pada bulan Desember, Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin kembali mengubah pikirannya untuk melarang pemain yang berlaga di kompetisi ISL tidak bisa membela tim nasional. Menurutnya, larangan tersebut merupakan aturan dari pasal 79 statuta FIFA, yang menyebutkan organisasi sepak bola dapat dikenakan denda jika memainkan pemain yang berlaga di kompetisi tidak resmi ke dalam timnas. (kompas)

»
Follow Twitter kami @TimnaSSuporter & Facebook Pendukung Timnas Indonesia

15:48 | 0 Komentar | Read More

KPSI Serahkan Hasil Kongres ke KONI

Written By Pendukung Timnas Indonesia on 23 Mar 2012 | 10:28

FOTO:(detiksport/Rengga Sancaya) 
Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) menyerahkan hasil kongres mereka di Ancol akhir pekan lalu kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
Hal itu disampaikan Ketua Umum KONI Tono Suratman kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Rabu (21/3/2012).

10:28 | 0 Komentar | Read More

Djohar: AFC Hanya Akui Kongres PSSI di Palangkaraya

AFC Asian Football Confederation (AFC) menegaskan, pihaknya hanya mengakui hasil Kongres Tahunan PSSI yang digelar di Palangka Raya, Minggu (18/3/2012) kemarin.
Hal ini ditegaskan oleh Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin saat berada di markas AFC di Kuala Lumpur, Malaysia.

10:02 | 0 Komentar | Read More

PSSI Kirim Hasil Kongres Ke FIFA

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) segera melengkapi laporan hasil kongres tahunan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, ke Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA). Dalam pekan ini, diharapkan laporan itu selesai dan sampai di kantor pusat FIFA di Zurich, Swiss.

09:10 | 0 Komentar | Read More

KONI Akan Verifikasi Anggota PSSI Versi KPSI

Written By Pendukung Timnas Indonesia on 22 Mar 2012 | 20:12


Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) akan segera memverifikasi sejumlah berkas, khususnya mengenai anggota-anggota yang hadir dalam Kongres Luar Biasa Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KLB KPSI). Hal itu disampaikan Ketua Umum KONI Pusat, Tono Suratman saat menerima rombongan anggota PSSI versi KPSI, Rabu (21/3/2012).

Dalam rombongan itu, hadir La Nyalla Mattalitti, berserta beberapa anggota Komite Eksekutif seperti Tonny Aprilani, Robertho Rouw, Hardi Hasan, Diza Rasyid Ali, Zulfadli. Mereka melaporkan beberapa hal, termasuk di dalamnya hasil KLB yang digelar pada 18 Maret lalu.

"Kami sudah menerima berkas-berkas tersebut. Kami akan melakukan verifikasi, karena ini menjadi kewajiban KONI sebagai induk seluruh cabang olah raga," ujar Tono di Kantor KONI, Jakarta.

20:12 | 0 Komentar | Read More
 
;